You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Djarot: Myanmar Tertarik Jakarta Smart City
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Djarot: Myanmar Tertarik Jakarta Smart City

Pemerintah Myanmar tertarik dangan program Jakarta Smart City yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta untuk mempermudah masyarakat melaporkan berbagai persoalan terkait sampah, macet, banjir, jalan rusak, dan sebagainya.

Mereka bertanya tentang Jakarta Smart City itu. Bagaimana warga bisa berpartisipasi secara langsung dan memberi masukan atau komplain

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengatakan, pemerintah Myanmar melihat Jakarta sangat mirip dengan Yangon, ibu kota Myanmar sebelumnya yang jumlah penduduknya mencapai 5,1 juta jiwa. Mereka tertarik melihat aplikasi Jakarta Smart City yang dikembangkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Mereka bertanya tentang Jakarta Smart City itu. Bagaimana warga bisa berpartisipasi secara langsung dan memberi masukan atau komplain kalau ada pelayanan-pelayanan pemerintah yang kurang memuaskan, seperti jalan berlubang dan lampu jalan yang mati. Bagaimana kita bisa menerima informasi dengan cepat agar bisa segera ditindaklanjuti," kata Djarot, di Balaikota, Jumat (24/4).

Jakarta Smart City Segera Hadir di Apple Store

Selain Jakarta Smart City, kata Djarot, masalah pembangunan transportasi di ibu kota juga dibicarakan dalam pertemuan dengan pemerintah Myanmar, Kamis (23/4) kemarin. Terlebih, saat ini sedang dibangun Mass Rapid Transit (MRT) koridor Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Kami juga tukar menukar informasi tentang pembangunan perkotaan antara Yangon dengan Jakarta. Karena Yangon juga cukup padat penduduknya sekitar 5,1 juta jiwa. Dia ingin tanya tentang pembangunan transportasi di sini. Di Yangon, infonya masih belum semacet Jakarta. Dia sangat tertarik dengan terobosan untuk membangun MRT," jelasnya.

Kendati demikian, lanjut mantan Walikota Blitar ini, belum ada perjanjian kerja sama tertulis. Karena masih dalam tahap penjajakan terlebih dahulu. "Sekarang masih penjajakan, tapi kita juga perlu belajar di sana karena infonya di sana sangat tertib, jalannya lebar-lebar," katanya.

Djarot juga berencana mengunjungi Yangon, dalam rangka sister city. Karena menurutnya, Myanmar punya ikatan historis yang kuat dengan Indonesia, termasuk mereka yang menginisiasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika.

"Jadi Perdana Menteri Myanmar dulu punya hubungan sangat kuat dengan mantan Presiden Soekarno dan ada kemauan kuat memerdekakan negara-negara Asia Afrika. Kalau perlu, kita akan ke Myanmar karena kita tidak hanya belajar pada negara-negara maju, tapi juga dari negara berkembang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye10359 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6650 personNurito
  3. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3083 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1604 personFolmer
  5. Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

    access_time09-10-2026 remove_red_eye1361 personAldi Geri Lumban Tobing